Senin, 18 April 2011

MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN



                                                MAKALAH PENGANTAR PENDIDIKAN

Pendidikan seumur hidup dan
Karakteristik system pendidikan nasional Indonesia, nasionalisme sebagai landasan pendidikan


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dapat dilihat dalam proses pendidikan disekolah dimana berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan ditentukan oleh bagaimana proses belajar dialami siswa.
Oleh karena itu diharapkan kepada guru supaya dapat menambah motivasi belajar kepada siswa, misalnya dengan belajar dilapangan. Jadi siswa lebih bisa memahami materi-materi tersebut.
B. Tujuan
Supaya kita mempunyai kenginan untuk belajar dan mental yang kuat sehingga dapat memjadi penggerak belajar. serta menjadikan kita untuk lebih maju menuju masa depan dan kehidupan yang lebih cerah.
BAB II
`MENGENAI PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP
A. Pengertian Filsafat Seumur Hidup
Batas seumur hidup (Psh) adalah sebuah sistem konsep-konsep pendidikan yang menerapkan keseluruhan peristiwa-peristiwa kegiatan belajar mengajar yang berlangsung dalam keseluruhan kehidupan manusia.
B. Karakternya Filsafat Seumur Hidup
1. Hidup seumur hidup seumur hidup dan pendidikan merupakan tiga istilah pokok yang menentukan lengkap-lengkap dan makna pendidikan seumur hidup.
2. Pendidikan tidaklah selesai setelah berakhirnya masa sekolah, tetapi merupakan sebuah proses yang berlangsung sepanjang hidup.
3. Pendidikan seumur hidup tidak berarti sebagai pendidikan orang dewasa tetapi pendidikan seumur hidup mencakup dan memadukan seumur hidup tahap pendidikan.
4. Pendidikan seumur hidup mencakup pola-pola formal baik kegiatan-kegiatan belajar insidentil.
5. Rumah memainkan peranan pertama peran yang paling halus dan sangat penting mengikuti proses belajar seumur hidup.
6. Masyarakat juga memainkan suatu yang penting dalam sistem pendidikan seumur hidup.
7. Lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, universitas dan pusat latihan tentu mempunyai peranan penting tetapi semuanya itu hanya sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan seumur hidup.
8. Pendidikan seumur hidup menghendaki keberlanjutan, kebersambungannya di rensi – dirensi vertikal atau longdinal dari pendidikan.
9. Pendidikan seumur hidup juga menghendaki keterpaduan dirensi-dirensi horizontal dan kedalam dari pendidikan pada setiap tahap hidup.
10. Bertentangan dengan lembaga/ bentuk pendidikan yang bersifat elestis pendidikan seumur hidup bersifat universal.
11. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah pendekatan yang dinamis tentang pendidikan yang membuktikan penyesuaian bahan-bahan dan media belajar karena dan apabila perkembangan-perkembangan baru terjadi.
12. Pendidikan seumur hidup membolehkan adanya pola-pola dan bentuk-bentuk artenatif dalam memperoleh pendidikan.
13. Pendidikan seumur hidup mempunyai dua macam komponen besar yaitu pendidikan umum dan pendidikan profesional.
14. Pendidikan seumur hidup mengandung fungsi-fungsi adaptif dan inovatif dari individu dan masyarakat yang ada.
15. Tujuan akhir Pendidikan seumur hidup adalah mempertahankan dan meningkatkan mutu hidup.
16. Data 3 persyaratan utama bagi Pendidikan seumur hidup yaitu kesepakatan motivasi dan edukabilitas (nilai/ mutu)
17. Pendidikan seumur hidup adalah sebuah prinsip perngorganisasian seumur hidup.
18. Pada tingkat operasional Pendidikan seumur hidup membentuk sebuah sistem kebutuhan dari semua pendidikan.
C. Pentingnya Filsafat Seumur Hidup
1. Keterbatasan Kemampuan Pendidikan Sekolah
Pendidikan sekolah ternyata tidak memenuhi harapan masyarakat terlihat antara lain dalam :
a. Banyak lulusan yang tidak diserap dalam dunia kerja yang antara lain karena mutunya rendah.
b. Daya serap rata-rata lulusan sekolah yang masih rendah karena pelajar tidak dapat belajar optimal.
2. Perubahan masyarakat dari peranan sosial globalisasi pembangunan mengakibatkan perubahan yang cepat dalam masyarakat , dan demikian pula perubahan-perubahan agar selalu dapat mengikuti perubahan-perubahan sosial sepanjang hari.
3. Pendayaan sumber yang masih belum optimal
Salah satu masalah pendidikan dewasa ini adalah kelengkapan sumber yang mendukung pelaksanaan pendidikan
Hal yang perlu dilakukan :
a. Penghematan dan optimalisasi dalam penggunaan sumber yang telah tersedia bagi pendidikan
b. Perlu digali sumber-sumber baru yang masih terpendam dalam masyarakat yang dapat dimanfaatkan untuk merencanakan dan peningkatan proses pendidikan
4. Perkembangan pendidikan luar sekolah yang pesat di zaman moderen, pendidikan luar sekolah berkembang pesat karena memberikan manfaat kepada masyarakat.
Kerangkan karya teoritis pash
1. Secara teoritis ash terjadi 3 aspek yaitu hidup, seumur hidup pendidikan
2. Hidup ada 3 komponen yang berhubungan yaitu individu sebagai anggota masyarakat dengan mempunyai karakteristik tertentu. Masyarkat yang merupakan lingkungan hidup sosial yang bentuknya dapat kelompok, psikologis dan organisasi sosial. Lingkungna fisik atau lingkungan alam, tempat hidup manusia sebagai individu dan anggota masyarakat
3. Seumur hidup setiap individu manusia mengalami perkembangan kepribadian, tahap-tahap perkembangan peranan-peranan umum dan unik
4. Pendidikan mencapai dan perubahan tingkah laku setiap individu melalui hidup. Mencakup 3 komponen yaitu :
ü Landasan pendidikan
ü Cara komunikasi
ü Isi pendidikan, bahan yang diajarkan dalam pendidikan dapat berupa :
Ø Stok budaya yang berupa ilmu seni dan
Ø Cita-cita manusia
Perkembangan pengetahuan baru dan yang usang
Kerangka karya operasional Psh.
1. Sebuah sistem Psh komponen Sistem Psh
a. Tujuan sistem Psh
b. Asumsi sistem Psh
c. Prinsip sistem pengembangan sistem Psh : bentuk belajar
d. Pendidikan umum yang berupa format maupun informal
e. Pendidikan profesional
2. Sistem belajar dirumah, sekolah dan masyarakat, sistem belajar mencangkup dua komponen yaitu :
Perencanaan : Pemasukkan tenaga bahan
Keuangan : Sistem evaluasi
Administrasi : Reset
Tekonologi pendidikan
1. Tujuan pengajaran dan penilaian kurikulum
2. Perencanaan, pelaksanaan dan penilaian
3. Kurikulum
Strategi dan proses belajar
ü Belajar
ü Belajar bersama
ü Belajar sendiri
4. Media dan bahan ajar
5. Bimbingan
6. Evaluasi belajar
ü Evaluasi eksternal
ü Evaluasi sendiri
Implikasi konsep Psh bagi pendidikan sekolah, fungsi dan tujuan sendiri :
ü Pendidikan sekolah ialah salah satu tangga dari kesleuruhan proses pendidikan yang berlangsung
ü Pendidikan sekolah adalah pendidikan untuk mengembangkan semua aspek kepribadian, baik kognetif, efektif maupun keterapan
ü Pendidikan sekolah merupakan sekelompok paket belajar
ü Tujuan pendidikan sekolah tidak hanya, menguasai pelajaran, tetapi dapat menggunakan apa yang telah dipelajari, pendidikan sekolah hendaknya bertujuan agar siswanya :
Ø Menyadari perlunya belajar seumur hidup dalam usaha mempertahankan dan meningkatkan kualitas-kualitas hidup dalam masyarakat
Ø Meningkatkan kemampuan belajar atau educability
Ø Memperluas daerah berlayar
Ø Memadukan pegalaman belajar disekolah, dengan pengalama diluar sekolah
Program pendidikan sekolah :
1. Kegiatan pendidikan hendaknya terdiri atas kegiatan kurikuler dan ekstrakurikuler
2. Kegiatan sekolah hendaknya campur antra studi dan belajar
3. Kegiatan sekolah hendaknya malam tertuju dan mengutamakan kegiatan belajar sendiri dan membina diri sendiri
4. Proses pendidikan atau kegiatan belajar mengajar hendaknya tidak hanya melalui satu jalur pengalaman belajar. Hal ini dapat dicapai dengan jalan
Ø Menggunakan berbagai sumber belajar
Ø Learning resaosces
Ø Guru memposisikan diri sebagai contoh (fisik sifat dan motivasi) menggunakan berbagai alat bantu mengajar learning aids.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Filsafat seumur hidup adalah pelajaran atau materi yang sangat bagus, karena memberikan pengetahuan tentang pendidikan, bagaimana pentingnya pendidikan, serta kita bisa mengetahui fungsi dan tujuan dari filsafat seumur hidup.
B. Saran
Agar seseorang siswa termotivasi untuk belajar sebaiknya dalam belajar diadakan belajar dilapangan, sehingga bisa lebih memahami materi-materi yang dipelajari.
KATA PENGANTAR
Assalamua’allaikum Wr. Wb
Syukur alhamdulillah penulis ucapkan kehadiran Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Filsafat Seumur Hidup”.
Dalam hal inipenulis ingin mengucapkan terima kasih kepada dosen selaku pembimbing dan pembina mata kuliah Psikologi Prkembangan. Ayah dan Ibunda tercinta yang selalu memberikan dukungan baik berupa moral maupun materil, rekan-rekan yang telah memberikan motivasi dan dorongan semangat sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini.
Penulis menyadari sepenuhnya makalah ini jauh dari kesempurnaan. Dalam menyusun makalah ini masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan baik dari segi isi maupun cara penulisannya. Untuk itu penulis mengharapkan kritikan dan saran yang sifatnya membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata penulis berharap mudah-mudahan makalah yang penulis susun ini ada manfaatnya bagi pembaca yang khususnya penulis.
Padang, 02 Februari 2007
Penulis



DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………. i
DAFTAR ISI ……………………………………………………………… ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ……………………………………………… 1
B. Tujuan ………………………………………………………. 1
BAB II PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian Filsafat Seumur Hidup ………………………….. 2
B. Karakternya Filsafat Seumur Hidup …………………….… 2
C. Pentingnya Filsafat Seumur Hidup..………………………. 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan …………………………………………………. 9
B. Saran ………………………………………………………… 9

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar